DPP IKA FIB Undip Semarang Masukkan Agenda Kopi Lawu Karanganyar

IKAFIBUNDIP, SEMARANG –┬áKopi Lawu merupakan jenis kopi yang diproduksi masyarakat lereng gunung Lawu, Karanganyar.

Menyadari potensi kopi Lawu yang masih dapat dimaksimalkan, Ikatan Keluarga Alumni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro (IKA FIB Undip) memasukkan program kopi culture di Raker DPP IKA FIB Undip, di Gedung Serba Guna FIB Undip, Semarang, Sabtu (2/2/2019).

Ketua Umum DPP IKA FIB Undip, Agustina Wilujeng menuturkan bila kopi yang berasal dari Jawa Tengah ini seharusnya bisa dimaksimalkan potensinya.

Paling tidak di Jawa Tengah.

“Kita sudah lihat kopinya seperti apa. Dan memang potensinya besar sekali. Seharusnya bisa setara dengan kopi Gayo, Toraja, dan lain-lain,” ujarnya.

Para alumni FIB Undip ini pun fokus mengangkat potensi kopi Lawu, minimal kepada warga Jateng. Caranya adalah dengan membuat satu gerakan bernama kopi culture.

Kegiatan kopi culture ini nantinya diawali dari para alumni FIB Undip. Yakni di setiap acara IKA FIB Undip, akan ada satu sesi yakni meminum kopi Lawu secara bersama-sama.

Harapannya, para alumni yang sudah bekerja ini dapat memperkenalkan jenis kopi Lawu di tempatnya masing-masing.

“Misal yang sudah bekerja di Jakarta, Bandung, Bali, dan lain-lain bisa memperkenalkan kopi ini ke tempat mereka tinggal atau tempat mereka bekerja,” ungkap dia.

Pihaknya, lanjut Agustina juga menggandeng Pemkab Karanganyar dalam memaksimalkan potensi kopi Lawu ini.

Pihaknya ingin meminum kopi Lawu tak sekadar meminumnya saja, tapi bisa menjadi lifestyle, seperti Inggris dan tradisi minum tehnya.

“Mereka sangat serius memaksimalkan kopi Lawu. Kami semua sudah bertemu penjual kopi Lawu, petani, mereka butuh endorsement. Jadi butuh tangan-tangan kita,” urainya.

Selain mengangkat potensi kopi Lawu Karanganyar, menurut Agustina Raker pertama IKA FIB Undip ini juga akan menghasilkan komitmen-komitmen yang memajukan budaya Jawa Tengah.

“Misalnya komitmen kami bersama Pemprov Jateng memajukan budaya gotong-royong, dan lain-lain,” ujar dia.

Disinggung terkait tahun politik, Agustina menyebut IKA FIB Undip tidak berafiliasi dengan partai manapun dan capres manapun. Hanya saja ia mempersilakan anggotanya memilih capres sesuai pilihannya.

“Kami, IKA FIB Undip lepas dari segala urusan politik. Sebagai pribadi kami tetap mendukung pilihan kami tentunya,” urainya.

Bendahara Umum DPP IKA FIB Undip, Alamsyah menambahkan raker ini merupakan agenda tahunan. Dari data yang terkumpul, peserta raker adalah 30 peserta.

“Semoga raker menghasilkan hal yang baik untuk kepentingan bersama khususnya alumni,” ungkapnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *